Hukuman Mati Ajaib: Yang Di Vonis Mati Tidak Akan Mati, Yang Mati Tanpa Vonis Banyak

Mahfud MD: Ferdy Sambo tidak akan dieksekusi mati meskipun telah dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

SITOEN.COM.- Meskipun sudah mendapatkan vonis dari hakim dengan hukuman mati, nyatanya banyak kalangan yang meragukan. Keraguan bisa di lihat dari banyaknya komentar nitezen. Nitezen bukan patukan memang. Namun dari sana bisa kita simpulkan bahwa keraguan tentang hukuman mati mantan jenderal polisi tersebut memang ada dikalangan masyarakat. Terlepas atas dasar apa keraguan tentang hukuman tersebut.

Hukuman mati untuk seorang Ferdy Sambo. Sejak awal kami mengatakan bahwa itu menjadi hal yang tidak biasa. Saya tidak ingat apakah pernah ada seorang jenderal di hukum sampai di eksekusi mati di negara kita ini. Sebelum sambo tentunya. Di vonis dengan hukuman mati saja, adalah hal yang sangat luar biasa. Bagaimana jika seandainya sampai eksekusi mati. Sulit membayangkan. Selain seorang teroris yang sangat kejam, mendapatkan hukuman mati itu adalah sesuatu yang tidak terbayangkan oleh saya.

Untuk seorang teroris sekalipun negara ini tidak akan menghukum mati dengan mudah. Kalau di tembak mati sebelum di vonis hakim, mungkin pernah ada. Dan banyak. Tidak perlu juga kita sebutkan kasus apa saja. Pokoknya ada saja. Ini mengingatkan kami pada komentar sarkas nitezen. “Kapan koruptor di hukum mati” mungkin tidak, atau tidak mungkin. Jangan lupa bahwa dunia menolak hukuman mati. Walau banyak sekali yang di matikan tanpa vonis hukum. Dan dunia masih merasa nyaman dengan itu.

“Lembaga HAM internasional (Amnesty International) di London yang menolak hukuman mati telah meminta Indonesia untuk membatalkan hukuman mati ini, sekalipun untuk terpidana yang dihukum karena mengedarkan narkoba. Beberapa tokoh hukum Indonesia yang dikenal menentang hukuman mati antara lain adalah J.E.”

Jadi masihkah kita berharap adanya hukuman mati. Keberadaan hukuman mati memang menjadi pro-kontra di banyak kalangan. Mengerikan juga membayangkan seorang terdakwa dengan hukuman mati. Iya jika diberikan kepada yang memang pantas mendapatkan nya. Bagaimana jika tidak. Salah hukum atau hukum salah.

Khawatir disalah gunakan untuk kepentingan. Kepentingan politik, lawan di rekayasa agar dijatuhkan hukuman mati. Jadi ingat bagaimana mantan presiden Iraq, Saddam Husien. Mantan presiden yang dihukumi mati, karena politik. Masih ingat presiden Libya, Umar Khadafi. Mantan presiden yang juga dijatuhi hukuman mati oleh rakyatnya sendiri karena politik tingkat tinggi nya USA.

Bagaimana dengan negara kita yang sebenarnya masih senang mematikan orang. Tanpa hukuman mati sekalipun sudah banyak korban mati. Entah di tangan masyarakat awam, hingga penguasa atas nama negara. Berapa orang yang mati pada kasus KM 5. Masih ingat aktivis Munir. Masih ingat korban 98 yang entah kemana? Apakah mereka dijatuhi hukaman mati. Atau mati sebelum ada hukuman. Tidak perlu pengadilan yang menghukum mati, orang dimatikan kehidupan nya itu sudah banyak

Korban mati dijadikan tersangka juga ada. Baru saja korban tabrak hingga mati dijadikan tersangka. Jejak digitalnya masih hangat bukan?. Kurang apa coba. Mati di luar hukum sudah banyak. Dan menjadi biasa di kalangan kita. Belum lagi mati tanpa kejelasan seperti para petugas di pemilu kemarin. Siapa yang bertanggung jawab, wallahu a’lam. Jadi, kenapa hukuman mati mantan seorang jenderal polisi menjadi heboh. Karena di luar kebiasaan.

Apakah kita harus menegaskan pernyataan kita. Vonis mati seorang mantan jederal banyak diragukan orang. Padahal banyak kasus kematian tanpa status hukum. Orang rame, karena minusnya kepercayaan pada menegakan hukum yang adil di negara kita ini. Vonis mati pada mantan seorang yang notabane memiliki kekuasaan itu ajaib di negara ini.

1 komentar

  1. Hukum mati kayak main-main ...
Copyright© Sitoen.com. All rights reserved.