Seni Menulis: Karya Esai Menurut Perspektif Awam

Esai berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi

Sitoen Media - SITOEN.COM.- Manusia memiliki sebuah keistimewaan dalam dirinya. Karena dia mampu berkembang. Belajar dari pengalaman yang sudah pernah terjadi. Mempelajari dan melakukan sebuah tindakan aksi sebagai tanggapan. Pun begitu dengan saya. Yang berusaha untuk tidak terikat dengan aturan yang sudah ada. Namun berusaha melihat dan mengembangkan nya jika memungkinkan.

Saya seorang blogger. Content creator yang banyak fokus dalam seni menulis. Tulisan yang sebenarnya tidak bagus. Karena tidak memiliki basic pendidikan dalam menulis. Selama ini saya berlindung atas nama karya prosa. Karya bebas yang tidak terikat dengan aturan. Jika ada yang mengatakan karya tulisan saya tidak jelas dan tidak terstruktur, maka saya akan meyakinkan diri saya bahwa saya sedang menampilkan sebuah karya prosa.

Sebuah kedunguan yang haqiqi. Membayangkan seorang Rocky Gerung mengatakan “berarti anda dungu”. Itu membuat saya tertawa. Hal-hal sederhana seperti itulah yang mendurung saya terus belajar untuk membuktikan bahwa saya juga mampu. Mampu menulis dengan baik. Dan akhirnya membawa saya kepada sebuah karya tulis Esai.

Memahami Karya Tulis Esai Berdasarkan KBBI

Esai berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Berdasarkan keterangan yang terdapat pada KBBI ini. Rasanya tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Esai itu sejenis opini pribadi seseorang.

Jika muncul pertanyaan “Apa pendapat anda tentang Esai?”. Mungkin saya akan menjawab: Esai adalah sebuah karya tulis opini dari seseorang tentang satu masalah yang terjadi di hadapan orang tersebut. Jika Esai di masukan ke dalam jenis seni prosa. Maka itu artinya sebuah karya bebas yang tidak terikat dengan aturan puisi. Ini juga merujuk pada keterangan yang terdapat dalam KBBI.

Tulisan saya ini sendiri adalah bagian dari Esai dan Prosa. Artinya saat anda membaca karya tulis saya ini, anda sedang membaca sebuah opini dari saya. Terlepas apakah anda akan sepakat dengan pendapat saya nantinya.

Seni Menulis: Karya Prosa dan Esai

Memperhatikan arti Esai dalam KBBI. Saya menarik beberapa poin yang akan kita lihat.

  1. Karangan prosa.
  2. Opini penulis.

Esai itu karya prosa dan opini penulisnya. Dua poin penting yang akan menjadi acuan kita tentang karya tulis esai.

Karya Prosa.

Karya prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat dengan kaidah dalam puisi. Sebuah seni yang dalam bahasa gaul “Terserah loe deh!”. Walau pun mungkin saya juga mempertanyakan apakah kebebasan prosa juga bebas dalam arti tidak perlu harus sesuai dengan EYD dalam bahasa Indonesia. Memang terserah anda. Selama anda yang menulis dan orang yang membacanya memahami karya anda. Maka itu adalah prosa. Apakah seperti itu adanya?.

Opini.

Masih merujuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Opini adalah pendapat, pikiran, pendirian. Saya terkadang merasa lucu tentang keterangan KBBI. Karena saya banyak membaca opini yang sangat panjang dalam penulisan nya. Namun ternyata sangat pendek dalam keterangan artinya menurut KBBI. Opini=pendapat. Sudah seperti saja.

Saat kita membicarakan sebuah pendapat, pikiran, dan pendirian. Menurut saya yang awam tentu tidak lepas dari argumentasi. Argumentasi dan alasan lah yang menciptakan atau membentuk sebuah pendirian atau pendapat seseorang.

Seni Menulis Esai Dalam Perspektif Awam

Sebuah alasan kenapa saya menulis tulisan ini karena saya tertarik dengan seni tarik pena. Seni menulis yang menurut saya sangat luas. Dari bagaimana gaya menulisnya, sampai apa dan tujuan karya tulis tersebut.

Dari alasan itu saya mempelajari bagaimana seni menulis esai diterapkan. Saya juga kemudian mencatatnya. Mempublikasikan nya juga bagian dari ketertarikan saya terhadap seni menulis itu sendiri.

Menulis esai itu menarik. Walau dia berbeda dengan puisi yang memiliki keindahan dalam penggunaan kata dan penyusunan nya. Esai tidak kalah menariknya. Hal yang menarik dalam karya tulis Esai adalah argumentasi yang dihadirkan. Opini di latar belakangi argumentasi. Esai sebagai karya opini tidak akan lepas dari argumentasi. Dan argumentasi bagian kehidupan manusia, sementara manusia sendiri adalah maha karya seni. Seni terbaik itu sendiri adalah manusia. Sebagus apa pun sebuah karya seni, dia lahir dari tangan dan pikiran manusia.

Esai Menjadi Referensi Pikiran Orang

Esai sebagai opini orang, menjadi gambaran kasar bagaimana pikiran orang tersebut. Jika kita ingin tahu apa dan bagaimana pikiran seseorang. Minta saja dia menulis esai tentang satu masalah. Maka akan kita dapati bagaimana pemikiran dan cara dia menanggapi masalah tersebut. Esai yang di lihat bukan dari apa yang dia tulis. Tapi apa latar belakang tulisan nya. Kenapa dia menulis hanya menggunakan kalimat pendek atau panjang. Kenapa antara isi tulisan nya justru bertolak belakang dengan argumentasinya.

Posting Komentar

Copyright© Sitoen.com. All rights reserved.