Asal Usul Suku Banjar: Dari Penduduk Asli Kalimantan Hingga Pendatang dan Keturunan

Penting bagi kita untuk memahami sejarah asal usul suku Banjar. Sebagai bahan kajian dan pengetahuan. Agar bagi kita tidak melakukan klaim sepihak.

Asal Usul Suku Banjar dan Bahasa Banjar

Siapa suku banjar dan bagaimana bahasa banjar terbentuk? Sebuah pertanyaan yang kemudian banyak menimbulkan silang pendapat. Karena itu dalam catatan artikel ini penulis ingin menjawab pertanyaan tersebut menggunakan pendekatan sederhana yang mudah untuk di pahami.

Siapa suku banjar?

Suku banjar adalah salah satu suku bangsa yang mendiami sebagian wilayah kalimantan. Dan juga banyak menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, dan beberapa wilayah lain nya di berbagai belahan dunia lainnya. Suku banjar dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa banjar sebagai bahasa penghubung di antara mereka. Bahasa banjar sendiri banyak digunakan oleh kalangan non banjar karena memang bahasa banjar menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa penghubung, khususnya di kalangan orang kalimantan.

Ada banyak pertanyaan yang diajukan oleh sejumlah kalangan. Misalnya:

  1. Apakah suku banjar adalah penduduk asli kalimantan sebagaimana suku-suku asli kalimantan lainnya?
  2. Dari mana asal suku banjar?
  3. Bagaimana sejarah terbentuknya suku banjar?
  4. Apa bahasa yang digunakan oleh suku banjar?

Untuk menjelaskan banyak sekali pertanyaan tersebut, ijinkan penulis memaparkan pandangan kami terkait hal tersebut. Tentu ini hanya akan menjadi pertimbangan dan bahan dalam kajian ilmiyah yang lebih luas lagi. Namun setidaknya ini akan mewakili sebagian sudut pandang asal usul suku banjar. Dari banyak pendapat tentunya penulis tidak akan mengklaim bahwa ini adalah pendapat yang paling shoheh dan benar. Ini hanyalah pendapat dalam khasanah pengetahuan umum.

Yang Dinamakan Dengan Istilah Orang Banjar

Ada yang mengatakan bahwa suku banjar adalah suku yang terbentuk dari perpaduan antara suku melayu dan penduduk asli kalimantan (dayak). Namun di sini penulis kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Karena jika kita membahas suku banjar, maka kita tentu harus membahas berdasarkan sejarah panjang keberadaan suku tersebut, sehingga akan menemukan titik awal keberadaan suku banjar.

Sejarah suku banjar dan sejarah kerajaan banjar adalah dua sejarah berbeda namun masih memiliki keterikatan. Karena penamaan suku banjar itu sendiri tidak terlepas dari keberadaan kerajaan banjar itu sendiri.

Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, nama banjar bukanlah penamaan yang merujuk pada nama sebuah suku. Mengingat pada jaman dulu orang kalimantan sendiri sebenarnya tidak mengenal istilah kesukuan. Orang banjar sendiri merujuk kepada penduduk yang berada pada wilayah administrasi kerajaan banjar. Dengan kata lain masyarakat yang awalnya mendiami wilayah kerajaan banjar apapun suku dan etnisnya di sebut sebagai orang banjar. Orang-orang inilah yang kemudian di labeli sebagai suku banjar.

Sehingga pernyataan bahwa suku banjar adalah kelumpuk orang yang berasal dari perpaduan atau asimilasi antara pendatang melayu, jawa dan penduduk asli kalimantan (dayak) sebenarnya kurang tepat. Karena sebenarnya penduduk atau orang banjar sendiri adalah orang-orang asli tempatan yang keberadaan mereka memili sejarah peradaban sendiri. Jadi tidak seperti A, B, dan C yang digabung sehingga menjadi D. Tapi mereka adalah A, B, dan C dan kemudian menjadi ABC. Si A tetaplah A tidak kemudian menjadi D setelah tergabung dengan B dan C. A tetap A, B tetap B, dan C tetaplah C. A adalah D secara bersamaan, tidak kemudian A telah menjadi D.

Contoh sederhanya adalah: kita orang Indonesia terdiri dari banyak suku. Ada orang jawa, melayu, dayak, banjar, papua, dan lainnya. Orang jawa tetap menjadi orang jawa, dan secara bersamaan dia juga adalah orang Indonesia. Jawa itu sukunya, dan Indonesia adalah negaranya. Begitu juga melayu, dan suku lainnya. Orang indonesia memang berisi dari banyak suku berbeda, dan tidak kemudian suku yang banyak tersebut harus bercampur untuk menjadi orang Indonesia dan meninggalkan identitas awal mereka dari suku tertentu. Tidak!.

Indonesia adalah identitas nasionalisme kebangsaan sementara suku asal mereka adalah personal pribadinya. Begitulah gambaran sederhana nya. Orang banjar adalah sebuah identitas mereka karena mendiami sebuah wilayah. Sementara mereka bisa berasal dari puak mana saja. Orang banjar terdiri dari banyak puak atau dalam istilah banjar sendiri dengan istilah buhan. Jadi orang banjar itu sendiri terdiri dari banyak buhan, seperti: buhan maanyan, buhan biaju, buhan meratus, buhan hamandit, buhan alay, buhan tapin, dan banyak buhan-buhan lainnya. Posisinya sama seperti suku untuk Indonesia modern sekarang ini.

Bagaimana Sejarah Asal Usul Orang Banjar?

Jika kita berbicara sejarah panjang orang banjar, maka kita harus mengawalinya dari peradaban kuno orang kalimantan yang terdiri dari banyak puak. Orang kalimantan awal memiliki kehidupan yang berkelompok-kelompok. Dalam istilah orang banjar, puak-puak ini di sebut dengan istilah buhan. Puak-puak inilah yang di era modern di namakan istilah suku atau sub-suku.

Peradaban bubuhan ini sebenarnya sudah sangat lama. Penulis yakin konsep semi-suku juga sangat terjadi pada wilayah lain. Bahkan mungkin negara lain, seperti konsep kabilah di jazirah arab timur tengah yang kemudian menjelma menjadi suku-suku kabilah arab. Hanya saja istilah yang digunakan yang mungkin berbeda. Bahkan jika anda menjenguk ke pulau papua, konsep suku-suku dengan kepala suku sebagai pemimpin mereka masih sangat kental. Itu juga terjadi pada suku dayak (penduduk asli kalimantan) yang sangat kuat menganut sistem kesukuan dengan kepala adat sebagai pemimpin nya.

Orang banjar juga dulunya menganut sistem kesukuan (bubuhan) yang sangat kuat. Itu terjadi sebelum konsep kesatuan(Banjar/Kebanjaran) menjadi konsep modern. Namun sisa-sisa dari peradaban masih bisa kita temukan dalam istilah bubuhan yang masih di anut oleh banjar. Konsep bubuhan ini bisa kita katakan adalah sisa peradaban masa lalu (proto melayu) sebelum muncul label suku banjar.

Suku banjar itu lahir dari proses peradaban sosial masyarakat. Dimana puak-puak yang awalnya memiliki eksistensinya masing-masing kemudian disatukan berdasarkan kesamaan administrasi wilayah. Dalam hal tersebut puak-puak tersebut disatukan oleh keberadaan kerajaan banjar. Itulah kenapa di awal-awal penulis mengatakan bahwa sejarah suku banjar memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan sejarah kerajaan banjar itu sendiri. Kerajaan banjar yang menyatukan puak-puak tersebut sehingga sekarang melahirkan suku banjar modern.

Jika puak-puak ini adalah penduduk asli kalimantan yang kemudian menjelma dalam konsep kesukuan dayak. Maka orang banjar sendiri adalah penduduk asli kalimantan. Karena yang membentuk komunitas orang banjar sendiri adalah puak-puak itu sendiri. Sebutlah dari buhan maanyan, biaju, hamandit, tapin, batang alay, meratus, dan mungkin banyak lagi sub-etnik asli kalimantan lainnya yang menjadi cikal bakal banjar modern.

Suku Asli Kalimantan dari Banyak Puak

Sehingga penulis menolak konsep yang mengatakan bahwa orang banjar adalah hasil asimilasi perpaduan suku melayu, jawa, dan penduduk asli kalimantan. Dari perpaduan itulah lahir suku tersendiri yang dinamakan suku banjar. Konsep ini masih kurang tepat menurut penulis. Karena ada kesan seolah-olah ingin mengatakan bahwa suku banjar itu adalah orang baru yang lahir dari persekutuan dari para suku-suku lainnya.

Ini sangat mirip dengan konsep kita sebagai WNI. Saya penulis misalkan adalah orang banjar sekaligus warga negara Indonesia. Saya tidak harus kemudian melepaskan atau merubah identitas banjar saya sebagai asal suku saya untuk menjadi warga negara Indonesia. Karena saat saya sebagai orang banjar yang lahir di kalimantan secara otomatis adalah warga negara indonesia secara bersamaan.

Contoh lain: ada orang dari suku jawa kemudian lahir di rumahnya di jogjakarta dari pasangan yang juga dari suku jawa. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa dia adalah orang jawa yang berstatus sebagai warga negara Indonesia. Apakah suku jawa adalah penduduk asli Indonesia? Ya jelas, suku jawa adalah penduduk asli Indonesia berdasarkan sejarah dan kebudayaan mereka. Lalu, apakah penduduk asli Indonesia hanya orang suku jawa? Tidak! Karena ada suku lainnya yang juga penduduk asli Indonesia, seperti orang melayu sumatera, bugis sulawesi, dayak kalimantan, dan banyak lagi lainnya.

Apakah orang Indonesia hanya penduduk asli Indonesia? Tidak! Ada juga sebagian kecil keturunan tionghua, keturunan arab, dan keturunan etnis lainnya yang asalnya mungkin bukan penduduk dari suku asli indonesia. Tapi mereka tetap orang Indonesia karena mereka sudah ada di indonesia dan menetap di indonesia bahkan sebelum Indonesia itu ada.

Nah! Konsep seperti itulah orang banjar. Orang banjar ada yang dari puak atau buhan meratus. Dia dari puak atau buhan meratus dan dia berstatus sebagai orang banjar. Ada yang juga dari puak maanyan, dan puak-puak lainnya. Mereka penduduk asli banjar, penduduk asli dari puak-puak atau bubuhan kalimantan. Mereka penduduk asli, bukan suku pendatang.

Orang Banjar Keturunan, dan Pendatang Yang Berbaur Dengan Penduduk Asli

Kalau begitu apakah ada orang banjar atau suku banjar yang bukan berasal dari penduduk asli kalimantan. Maka penulis dengan yakin mengatakan, iya!. Interaksi antar penduduk pulau di nusantara pada jaman dulu pasti terjadi. Sangat mungkin orang yang berasal dari pulau jawa atau sumatera yang melakukan diaspora atau merantau ke kalimantan. Dia menetap dan beranak pinak di tanah banjar dan kemudian menjadi orang banjar. Hanya saja persentasinya kecil. Ini sama halnya apakah ada puak-puak penduduk asli kalimantan yang melakukan diaspora ke pulau sumatera dan beranak pinak di sana kemudian menjadi penduduk sana. Sangat mungkin. Bahkan pada jaman dulu orang kalimantan bahkan melakukan perjalanan jauh melakukan migrasi sampai pulau afrika madagaskar.

Penting bagi kita memahami bagai mana asal usul suku banjar terbentuk agar kemudian kita tidak melakukan klaim sepihak atau menghakimi dengan pernyataan tertentu secara serampangan. Misalkan dengan mengatakan bahwa orang banjar bukan penduduk asli Kalimantan, misalnya. Kita tidak boleh mengatakan seperti itu. Kita tidak bisa mengatakan bahwa warga negara Indonesia bukan penduduk asli indonesia hanya karena ada persentasi kecil penduduk keturunan dari etnis tinghua, atau ada warga keturunan arab. Tidak bisa kita mengatakan atau menghakimi seperti itu. Dan kita juga tidak boleh mengatakan hanya karena dia keturunan tionghua, kemudian kita mengatakan dia bukan warga negara Indonesia.

Jika ada yang mengatakan "Ulun bubuhan Banjar jua". kita tanya, bubuhan banjar asli mana? terus misalkan dia jawab "Ulun asli orang pahuluan". Jelas sekarang kemungkinan kalau bukan dari puak meratus, maanyan, atau bisa juga dari biaju.

Atau misalkan saat ditanya aslinya mana? terus dia jawab "dari pihak abah, almarhum kakek asal bugis dan nenek hamuntai". Oh kita bisa mengatakn kalau dia orang banjar keturunan. Tetap kita tidak boleh menafikan bahwa dia orang Banjar, apalagi jika dia dan keluarga memang sudah menetap di tanah banjar bahkan dari jaman datuk-datuknya. Dan penulis rasa hal-hal seperti ini juga terjadi pada suku lain. Misalkan suku dayak, tentu juga ada dayak asli dan dayak keturunan. Tidak bisa kemudian kita mengatakan dia bukan buhan dayak hanya karena dia keturunan.

Posting Komentar

Copyright© Sitoen.com. All rights reserved.